Semua Anak Bisa Sukses Bagian 2

DEMI KEBAIKAN ANAK

Jelaslah, stimulasi sangat berperan untuk mencapai kesuksesan. Potensi bawaan anak perlu mendapat rangsangan sejak dini dan disesuaikan dengan tahap perkembangannya, yang mencakup kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosial, dan emosional. Nah, dengan rangsangan yang tepat, diharapkan semua aspek potensi kecerdasan si buah hati akan berkembang sebagaimana mestinya, bahkan maksimal.

Tentunya, dalam mengakomodasi potensi/bakat tersebut dengan tanpa paksaan. Memang, untuk mencapai keberhasilan diperlukan upaya atau latihan yang keras. Dalam hal ini, orangtua berperan memberikan motivasi, sebagai penyemangat sehingga anak dapat menjalani latihan yang terbilang keras demi mencapai keberhasilan.

Jadi, dalam melakukan arahan, pendampingan, juga melatih anak, supaya bisa sukses, silakan saja orangtua menjalankan program-program yang sudah disusun, namun hindari memberikan target apa pun. Sebaiknya, biarkan si anak sendiri yang menetapkan targetnya. Orangtua cukup menjadi pelatih, manajer yang memberikan pandangan/ masukan, dari latihan hingga target yang ditetapkan anak, penyemangat, dan penghibur kala target yang ditetapkan anak tidak tercapai.

Bakat anak yang berkembang dengan baik dan bisa berguna untuk lingkungannya, serta anak menikmati pengembangan bakatnya tanpa merasa dipaksa, sesungguhnya hal ini sudah termasuk sebuah keberhasilan alias kesuksesan. Pasalnya, anak yang “sukses” secara utuh tidak hanya menonjol dalam satu bidang saja, namun secara pribadi juga memiliki kematangan emosi, memiliki karakter yang baik, dan termotivasi secara intrinsik alias memiliki dorongan berprestasi dari dalam dirinya, bukan karena iming-iming hadiah dan sebagainya.

Itulah mengapa, orangtua tidak perlu mem-push anak untuk berprestasi, sekalipun itu bakat si anak. Tapi bukan berarti tidak boleh mendorong anak untuk menjadi seorang juara dan mendapatkan banyak penghargaan atau hadiah. Orangtua boleh saja memberikan dorongan tersebut, tapi tujuannya harus demi kebaikan anak.

Selain itu, jangan lupakan bahwa anak memiliki hak-hak yang tidak boleh diabaikan, yakni: hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, mendapatkan perlindungan, ada waktu untuk berekreasi. Jadi jangan sampai dengan dalih demi kebaikan anak, orangtua lupa bahwa anak bukanlah objek yang dijadikan tolok ukur keberhasilan kita sebagai orangtuanya.

Semua Anak Bisa Sukses

Apa sih kriteria sukses menurut Mama Papa? Ternyata, kriteria sukses itu relatif dan tidak bisa disamaratakan pada masing-masing individu. Ada yang memaknai sukses dengan pencapaian prestasi akademik, ada juga yang mengartikan sukses sebagai keberhasilan mengembangkan minat dan bakat dengan optimal sehingga meraih penghargaan tertentu, dan berbagai de!nisi sukses lain yang tentunya bermakna positif.

Yang penting dipahami, setiap anak adalah manusia yang unik. Pada diri mereka terdapat potensi yang belum tentu sama dengan anak lainnya, sekalipun saudara kandungnya sendiri. Contoh, si kakak berprestasi di bidang akademis, si adik belum tentu, bisa jadi si adik berprestasi di bidang seni. Memang, ada juga kakak dan adik yang memiliki minat/bakat di bidang yang sama. Akan tetapi, untuk kesuksesan belum tentu, bisa jadi si adik yang jauh lebih menonjol.

Itulah mengapa, sungguh tidak bijaksana apabila kita menilai kesuksesan dari membandingbandingkan antara kakak dengan adik atau sebaliknya dan antara anak dengan anak lain. Lantas, bagaimana caranya agar anak sukses?

KENALI BAKAT ANAK

Menyimak paparan empat Mama di halaman sebelumnya, kesuksesan buah hati diawali dengan mengetahui bakat anak, kemudian memaksimalkan bakat tersebut. Nah, bagaimana cara mengetahui bakat anak? Sebelum menjawab pertanyaan ini, baiklah kita simak dahulu teori Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Kecerdasan Majemuk ini meliputi: Linguistik, Logika Matematika, Ruang/Spasial, Kinestetik, Musik, Interpersonal, Intrapersonal, Lingkungan/Naturalis, dan Kecerdasan Eksistensial. Profesor pendidikan dari Harvard University ini menggunakan kata kecerdasan (intelligence) sebagai “pengganti” kata bakat.

Nah, untuk mengetahui bakat anak, orangtua bisa memulainya dari kehidupan sehari-hari di rumah. Contoh, orangtua senang bermain piano, tidak menutup kemungkinan anak akan tertarik, jika setiap hari orangtua selalu bermain piano. Jika anak difasilitasi dan diberikan kesempatan mencoba dan belajar bermain piano, selanjutnya orangtua tinggal melihat perkembangan berikutnya, apakah kemampuannya meningkat atau malah menurun. Jika meningkat dan anak semakin fun, juga semangat bermain piano, ada kemungkinan dia berbakat dalam hal tersebut.

Jika latihannya terus dan terus diarahkan, kemungkinannya dia akan menjadi anak sukses di bidang seni atau yang lebih spesi!k, piano. Namun jangan lupa, dengan adanya Kecerdasan Majemuk, maka seorang anak bisa saja menonjol pada salah satu atau lebih aspek kecerdasan tersebut bila diberi stimulasi dan kesempatan yang memadai. Artinya, seorang anak bisa memiliki bakat lebih dari satu. Boleh jadi, misalnya, selain memiliki potensi/bakat seni musik, ia ternyata memiliki bakat di bidang lain. Untuk itu, upayakan stimulasi juga untuk potensi-potensinya yang lain ini sehingga berkembang optimal pula.

Dengan orangtua menstimulasi semua potensi anak, nanti akan tampak apa minat dan bakat anak. Ia menunjukkan semangat untuk beraktivitas terkait potensinya itu, bahkan mulai menunjukkan hasil atau prestasi, semisal, menjuarai lomba menggambar tingkat sekolah. Selanjutnya, asah dan bina terus minatnya itu dengan mengikutkan anak pada lembaga kursus, mengikuti berbagai perlombaan/kompetensi lainnya, ikut dalam pameran, dan sebagainya.

Dengan mengikutkan anak pada berbagai pengalaman dan tantangan seperti itu, baik kejuaraan, pentas, dan lainnya, bakatnya makin terasah. Seiring dengan itu, orangtua perlu menjelaskan pada anak, apa saja potensi yang dimilikinya. Dengan begitu, ia akan belajar untuk memetakan potensi diri. Alhasil, ia juga akan belajar apa kelebihannya sekaligus kekurangannya, sehingga ia pun akan terfokus untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga makin berkualitas.

Nah, sedangkan untuk anak yang akan menghadapi tes IELTS sebaiknya berikan ia bekal yang cukup melalui lembaga kursus persiapan IELTS terbaik di Jakarta.

Pengertian Gazebo Dan Nama Lokal Untuk Gazebo

Gazebo yaitu bangunan yang umumnya diletakkan pada tempat-tempat terbuka yang mempunyai panorama yang unik, menawan, menyejukkan. Umumnya fungsi gazebo yaitu sebagai daerah yang diterapkan untuk bersantai dan menghabiskan waktu, sambil bercengkrama bersama dengan merasakan estetika panorama sekitarnya.

Daerah yang menarik untuk dibangun gazebo, umpamanya di tepi kolam ikan, di tengah taman bunga, atau dapat juga di taman belakang rumah, atau di daerah-daerah sejenis dengan itu.

Sebab memang tujuan dibangunnya gazebo, yaitu sebagai daerah untuk merasakan wilayah sekitarnya, karenanya gazebo akan dibangun dengan membikin banyak bukaan pada tiap sisinya, pun umumnya hampir tak ada penutup dinding pada tiap sisi gazebo, jadi kebanyakan gazebo akan memakai tiang-tiang penopang atap saja.

Penyebutan gazebo sendiri dulu disajikan oleh orang Eropa yang ada di Indonesia, jadi namanya terdengar lebih keren. Melainkan sesungguhnya orang Indonesia telah mengetahui bangunan ragam ini semenjak lama, pun sebelum orang Eropa datang ke Nusantara. Contohnya saja bangunan yang di namanakan oleh orang sunda adalah saung, atau namanya gubug orang jawa menyebutnya.

Orang jawa, menyebut gubug lebih banyak,lebih banyak menyebut gubug, sebagi bangunan kecildi tengah sawah ,berfungsi sebagai waktuuntuk beristirahat bagi orang yang berprofesi di sawah, dan sebagai daerah untuk melihat sawah hal yang demikian. Untuk saung sendiri kaprah-kaprah artinya hampir sama seperti gubug pada orang Jawa.

Walaupun, untuk gazebo yang berada di komponen depan rumah, khususnya sekali pada rumah-rumah tradisional Jawa, dan fungsinya yaitu untuk mendapatkan tetamu, disebut sebagai pendopo, Umumnya pendopo dan bangunan utama pada rumah adat Jawa, dipisah dan dikaitkan dengan memakai koridor, tapi sesekali ada juga yang lantas menyambungkan pendopo dengan rumah utama.

Jadi, sesungguhnya konsep gazebo telah diketahui oleh Bangsa Indonesia semenjak lama, pun sebelum Bangsa Eropa datang ke Indonesia.

Sebab perbedaan tradisi, sejarah, dan bahan yang paling banyak ditemukan di tempat asalnya, karenanya bahan bangunan yang diterapkan oleh Eropa dalam membangun gazebo akan berbeda dengan bahan bangunan yang diterapkan oleh orang Indonesia.

Dalam membangun gazebo umumnya orang Eropa lebih berbahagia memakai bahan bangunan kokoh seperti beton, batu bata, atau baja, hal ini kerena di tempat asalnya mereka mengetahui empat musim dan umumnya mereka juga mengetahui badai dan cuaca buruk.

Sebab itu bahan yang kuat dan tanah lama acap kali menjadi alternatif. Umumnya gazebo pada orang Eropa acap kali diterapkan pada musim semi dan musim panas, sebab pada ketika ini yaitu waktu yang paling pas untuk bersantai di luar rumah.

Walaupun untuk orang Indonesia, sebab di sini banyak terdapat bambu dan kayu, karenanya kedua bahan ini yaitu bahan baku utama dalam pembuatan gazebo. Mungkin kedua bahan ini tak bisa bertahan lama, tapi sebab bahan yang diterapkan murah dan gampang didapatkan, karenanya bahan inilah yang kemudian banyak diterapkan.

Dekorasi Pelaminan Pengantin Di Rumah

Untuk dekorasi pelaminan pada pesta pernikahan yang terletak dirumah dibutuhkan adanya konsep pemberesan ornament yang minimalis dan efisien melainkan konsisten menawan dan selaras. Sebelum mempertimbangkan konsep, pertama kali yaitu mempertimbangkan spot space ruang untuk pelaminan. Diperhatikan dari besar kecilnya skala pesta yang akan diadakan, ada 3 pilihan penentuan lokasi pelaminan,

Didalam ruang tetamu

Bila ruang tetamu mempunyai space 3mx5m telah cukup untuk membikin sebuah pelaminan minimalis. melainkan tentunya dengan skala pesta yang kecil. Kian besar space ruang tetamu karenanya akan kian bisa mengakomodasi ruang untuk dekorasi pelaminan. Dan tentunya kian besar skala pesta bisa diatur. Space pelaminan di dalam ruang tetamu mempunyai sebagian profit, diantaranya bisa menginstal AC split dengan gampang dan tak mengurangi luas zona dibawah kemah.

Didepan rumah (Selasar/Garasi/ruang terbuka didepan rumah)

Ruang garasi, atau selasar yang cukup lebar ataupun taman depan rumah, bisa diciptakan space pelaminan. Melainkan lihatlah kontur lantai dari space yang akan dipakai. Untuk selasar yang mempunyai lantai lebih tinggi karenanya tentunya tak membutuhkan pentas pelaminan lagi. Bila lantai sama rata dengan jalan karenanya dibutuhkan pentas pelaminan. Khusus untuk selasar ataupun garasi, jikalau akan mengaplikasikan pentas karenanya wajib memandang tingginya plafon rumah. Jangan hingga plafon rumah tersundul template pelaminan. untuk mendekorasi pelaminan yang cantik pastinya ada kursi pengantin yang daerah tempat duduk pengantin pria ataupun wanita.

Di badan jalan depan rumah

Seiring dengan perkembangan perumahan, karenanya space ruang pesta kadang-kadang perlu mengaplikasikan beberapa atau malahan semua badan jalan didepan rumah. Bila memang settingan ruang pesta dibadan jalan karenanya lihatlah, apakah lebar jalan mempunyai kesesuaian dengan pentas pelaminan. Lalu observasi juga luas kemah yang akan disewa, sebab ruang dibawah kemah otomatis akan berkurang sebab terambil oleh space pentas pelaminan.

Sesudah space pelaminan diatur, karenanya tinggalah mempertimbangkan nuansa pesta, apakah tradisional, modern atau perpaduan modern tradisional. Untuk nuansa tradisional Indonesia, alternatif yang bagus yaitu dengan pelaminan gebyok. Penerapan gebyok sebagai latar belakang pelaminan yaitu upaya konsisten menonjolkan khas kultur Indonesia. Seringkali membikin suasana pesta menjadi lebih damai dan sakral. Meskipun untuk modern bisa mengaplikasikan pelaminan modern atau rustik. Pelaminan figur ini banyak sekali kreasinya. mulai dari kreasi yang mengaplikasikan bahan kain, hingga daun/bunga plastik.

Bagus gebyok ataupun modern semuanya bisa digunakan untuk pelaminan dirumah via penyesuaian dan kreatifitas dekorator. Untuk kreasi bunga, bagus mengaplikasikan bunga hidup ataupun bunga plastik, kalau dirapikan dengan sentuhan seni dekorasi karenanya akan menciptakan pelaminan yang minimalis menawan. Ditambah lagi dengan tata pencahayaan yang sinkron dengan ruang pelaminan, karenanya singgasana pengantin bisa tampak menawan dan nyaman.

Dekorasi pelaminan dalam rumah konsisten wajib disesuaikan dengan nuansa warna pesta yang diharapkan. Kalau nuansa kemah mengaplikasikan warna tertentu, karenanya warna bunga-bunga juga diwajibkan menyesuaikan, supaya tampak harmonis secara keseluruhan.

Ekspor Perikanan Lampung Potensial Ditingkatkan Bagian 2

Faktor lainnya yakni persaingan antarnegara produsen yang sering menghambat ekspor produk perikanan, terutama persaingan harga. Termasuk larangan ekspor dari negara konsumen dengan berbagai alasan. Faktor pangsa pasar juga sangat menentukan perkembangan usaha perikanan. Jika pangsa pasar produk perikanan terbatas, tentu akan sulit berkembang. Ekspor Udang Anjlok Sri Anggoro, Kabid Harmonisasi dan Penanganan Kasus, BKIPM, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyoroti turunnya ekspor perikanan dari Lampung dalam setahun terakhir, khususnya udang.

Pada 2016 volume ekspor perikanan Lampung mencapai 26 ribu ton dengan nilai US$256,55 ribu yang didominasi udang sebanyak 23,01 ribu ton dengan nilai US$222,29 ribu. Angka itu turun drastis menjadi 15,38 ribu ton dengan nilai US$176,48 ribu pada 2017. Penurunan itu terjadi karena anjloknya ekspor udang hingga separuh atau 12,77 ribu ton senilai US$135,31. Kondisi ini menyebabkan kontribusi ekspor perikanan Lampung terhadap ekspor perikanan nasional juga merosot.

Jika pada 2016 kontribusi perikanan Lampung sebesar 3,6% dari sisi volume dan 6,18% dari sisi nilai maka pada 2017 hanya 1,79% untuk volume dan 3,69% untuk nilai ekspor. Sri meminta para pemangku kepentingan di Lampung untuk mengevaluasi terkait penyebab anjloknya ekspor produk perikanan. Ia mengatakan, tahun ini peluang Lampung meningkatkan ekspor perikanan terbuka lebar, termasuk ke Australia. Baru-baru ini tim inspeksi udang dari Australia mengunjungi PT Indokom dan pembenihan PT Prima Larvae di Lampung.

“Keduanya memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga mendapat keyakinan dari Australia. Dengan begitu membuka peluang ekspor udang dari Lampung ke negara tersebut,” ungkapnya. Pada 2017, lanjut Sri, negara utama tujuan ekspor perikanan Lampung yakni Amerika sebesar 8.647 ton dengan nilai US$103,60 juta. Lalu disusul Jepang 2.158 ton senilai US$22,27 juta, Belanda 2.002 ribu senilai US$23,06 juta dan Inggris sebanyak 1.286 ribu ton senilai US$15,87 juta.

Pemasalahan ekspor yang dihadapi di negara ekspor, ungkapnya, untuk AS berupa tidak adanya notifikasi kasus dari USFDA, disusul kasus ikan bau, adanya salmonela, dan penerapan seafood import monitoring programme (SIMP). Permasalahan di Uni Eropa adalah belum menambah nomor persetujuan. Ada 177 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang memiliki nomor persetujuan dari sekitar 70 UPI yang aktif melakukan ekspor. Uni Eropa juga rutin melakukan inspeksi ke Indonesia setiap tahun. Biasanya Lampung menjadi salah satu lokasi yang ditinjau.

Persoalannya, ungkap Sri, banyak ketidaksesuaian hasil inspeksi yang berpotensi mempengaruhi kelancaran ekspor perikanan Indonesia. Pendataan yang dilakukan BIKPM pada 2017, ada 14 kasus penolakan produk ikan Indonesia yang dilakukan Uni Eropa, diikuti Kanada 3 kasus, serta Rusia dan Korea masing-masing 1 kasus. Angka itu naik dibandingkan 2016 yang totalnya hanya 18 kasus. Untuk tahun ini saja Eropa menolak produk ikan yang diekspor sebanyak 11 kasus.

Ekspor Perikanan Lampung Potensial Ditingkatkan

Ekspor produk perikanan Indonesia menghadapi hambatan eksternal dan internal yang tidak kalah pelik. Perlu memangkas hambatan dari dalam negeri agar ekspor berjalan lancar. Menurut Yusuf Kohar, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), potensi perikanan di Lampung cukup besar mengingat 41% atau 24.820 km2 dari 60.200 km2 wilayah ini adalah perairan laut. Khusus budidaya kawas an pesisir yang sudah dibuka berupa tambak seluas 161.267 ha, budidaya laut 50.518 ha, keramba 11.489 unit, dan keramba jaring apung 11.532 unit.

Sumber Ekonomi Dari sisi produksi, potensi sumber daya ikan di Lampung mencapai 380 ribu ton/tahun namun realisasinya baru 120.766 ton/tahun. “Masih terbuka peluang pemanfaatan sumber daya ikan sebesar 259.233 ton atau sekitar 68,22%,” ujar Yusuf pada focus group disscusion yang digelar dalam rangka pengukuhan Korps Alumni Akademi Usaha Perikanan–Sekolah Tinggi Perikanan Wilayah Lampung masa bakti 2018-2023. Wakil Walikota Bandarlampung itu menilai, sektor perikanan dan kelautan bisa menjadi salah satu sumber utama pertum buhan ekonomi karena besarnya potensi yang belum dimanfaatkan sedangkan permintaannya tumbuh pesat.

Sektor ini juga padat karya sehingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan bisa membangkitkan sektor hilir. Hanya saja perlu perjuangan untuk mengembangkan perikanan. Bersatunya insan perikanan dalam berbagai wadah, baik wadah pengusaha maupun praktisi adalah momentum untuk bangkitnya sektor perikanan di Lampung. Yusuf juga mengharapkan peran lebih pemerintah dalam mengembangkan perikanan.

Menurut dia, kegagalan kemitraan tambak udang terbesar di dunia, yaitu PT Dipasena Citra Darmaja karena kurangnya peran pemerintah daerah (pemda) dalam menyelamatkan perusahaan perikanan terpadu itu. “Dipasena hancur karena Pemda kurang peduli. Sebab kasusnya sama, yakni ketidakpuasan petambak mitra, tapi karena Pemda Sumsel lebih peduli, PT Wahyuni Mandira di OKI bisa diselamatkan,” urainya.

Ia mengingatkan agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi Pemda Lampung dan meminta pemda mempermudah perizinan dan minimalisasi pungutan yang memberatkan investor. Berbagai Hambatan Selain itu, sejumlah faktor yang menghambat perkembangan sektor perikanan dan kelautan antara lain fenomena alam seperti pemanasan global, bencana alam dan populasi penduduk. Lalu, permodalan, tarif listrik, dan harga BBM.

Yang juga berpengaruh besar dalam pengembangan usaha perikanan adalah kebijakan pemerintah pusat seperti larangan operasional kapal asing. “Kapal-kapal penangkap ikan milik PT Indokom yang dibeli dari Jepang tidak bisa beroperasi karena ada larangan operasi kapal asing. Saat ini kapal-kapal itu terpaksa nongkrong di Sorong, Papua,” katanya. Menurut Yusuf, kapal itu dibeli karena teknologinya lebih canggih dan harganya bersaing dengan produk dalam negeri. Seharusnya ketika sudah dimiliki perusahaan lokal dan berbendera Indonesia, tidak lagi terkena aturan operasional kapal asing.

Budidaya Udang Sarat Inovasi ala Soleman

Membangun IPAL tidak mahal dan tidak membutuhkan lahan luas. Meski masih tergolong pemain baru, Soleman D. Lullulangi termasuk pembudidaya udang vaname di Lampung dan Bengkulu yang melakukan banyak inovasi. Mulai dari membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ala industri, aplikasi sinar ultraviolet (UV), hingga pendederan benur. IPAL ala Industri Soleman membudida yakan si bongkok di Pa dang Cermin, Kab. Pesawaran, Lampung, serta Padang Hangat dan Tebing Rambutan, Bintuhan, Kab. Kaur, Bengkulu. Ketika memulai budidaya udang, mantan teknisi tambak PT Dipasena Citra Darmaja ini sudah berencana membangun IPAL.

Beruntung, ia memiliki teman yang paham soal instalasi pengolahan limbah pabrik. “Saya adopsi instalasi yang dimiliki pabrik minuman ringan. Di samping biaya pembuatannya tidak mahal, lahan yang dibutuhkan juga tidak luas,” alasannya. Pertimbangan lainnya setiap panen ia harus merogoh Rp28 juta buat mengangkat dan membuang limbah padat yang menumpuk di kolam penampungan. Limbah yang mengalir ke laut itu masih kotor karena pengendapannya belum sempurna dan zat organiknya masih tinggi.

Sementara limbah padat setengah kering diangkat lalu dikeringkan untuk dijadikan pupuk. Instalasi UV Soleman juga membangun saluran inlet melewati 40 unit lampu dengan sinar UV sebelum masuk ke kolam budidaya. Tujuannya mematikan bakteri, jamur, virus, dan inang yang terbawa dari laut sehingga menghemat biaya obat-obatan. Dengan instalasi UV, ia juga menghemat biaya konstruksi dan efisiensi lahan karena tidak perlu membangun tandon.

Namun efektivitas sinar UV dalam membunuh bibit penyakit belum diuji lab. Pada musim gelombang tinggi dengan kondisi air lebih keruh, ucapnya, aplikasi sinar UV sangat membantu karena air yang masuk ke kolam lebih jernih. Di sisi lain, keruhnya air di lepas pantai akibat gelombang tinggi dan ombak besar justru menguntungkan pembudidaya. “Budidaya saat gelombang tinggi lebih aman terhadap penyakit. Mungkin penyakit, terutama virus myo, konsentrasinya jauh berkurang karena terbawa arus bawah laut yang kuat ke tengah lautan,” ia menduga.

Dugaan ini bisa jadi benar karena di Pantai Timur Sumatera yang kondisi air di lepas pantainya keruh, udang jarang terserang Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) alias myo. Pendederan Di tambak Padang Cermin, Soleman mengaplikasikan teknik pendederan benur. Selama ini benur yang baru datang dari pembenihan hanya diaklimatisasi 1 jam lalu ditebar ke kolam. Dengan tenik pendederan, benur yang baru tiba dimasukkan dulu ke tangki berukuran 1,5 m3 lalu diberi pakan artemia dan dibiarkan makan selama 3 jam.

Setelah benur kenyang, baru di masukkan ke kolam pendenderan dan dipelihara selama 20 hari. Soleman mengadopsi teknik ini dari teman sesama “alumni” Dipasena. Ia belajar teknik pendederan karena udang di Padang Cermin sering terserang myo saat umur di atas 60 hari. Ketika memasuki usia 60 hari di kolam umumnya, udang yang didederkan sejatinya sudah berumur 80 hari saat di kolam budidaya sehingga jika terserang penyakit bisa langsung dipanen dengan ukuran 70 ekor/kg.

“Dari pengalaman temanteman di Yogya, aplikasi sistem yang sudah mereka jalankan selama 5 siklus budidaya ini sangat membantu dalam mencegah serangan berbagai penyakit,” ungkapnya. Ia mengakui, aplikasi pendederan ini cukup rumit. Proses pemindahan benur dari tangki pendederan ke kolam budidaya cukup merepotkan. Namun, sistem dari Yogya ini lebih simpel. Untuk memindahkan benur cukup dijaring lalu dihitung dalam boks khusus lantas dimasukan ke kolam budidaya

Melayani Konsumen dengan Sentuhan Di Personal Bagian 2

Meski secara hitung-hitungan bisnis, saat ini Moje belum mencapai target secara finansial, namun pertumbuhannya cukup menjanjikan. Itulah yang membuat There yakin akan prospek bisnis yang digelutinya saat ini.

“Bisnis ini sangat luas, menjangkau ke segala segmen,” There menambahkan. Ia mengaku sudah menjalin kerja sama dengan berbagai kalangan dan segmen usaha, baik di tingkat perorangan maupun tingkat perusahaan dari segala jenis usaha (kuliner, interior, event organizer, dsb). Seperti pengakuan There, Moje juga menerima pesanan aksesori, furnitur untuk rumah, kafé, dan perkantoran. Melayani Konsumen seperti Teman “Konsumen datang tak harus membeli,” ujar There yang memperlakukan setiap konsumennya layaknya teman.

There kerap menempatkan dirinya sebagai “konsultan” pribadi agar konsumennya menggunakan setiap anggaran dengan cermat, mengingat sebagian besar konsumennya adalah anak muda dan keluarga muda. Dari pengamatan There, barang bergaya vintage sangat pas untuk mereka yang umumnya punya jiwa bebas namun ingin yang khas (personal). “Bahkan, barangbarang peninggalan orang-tua yang ingin mereka pertahankan pun dapat dirombak lagi sehingga sesuai dengan sifat kekinian mereka dengan gaya vintage,” ucap There menambahkan.

Memilih Jalur Personal Tak memproduksi barang secara massal adalah keputusan There untuk Moje. Target saat ini adalah lebih ke personal. There yakin, banyak hal dapat dilakukan oleh Moje. Menjual produk dengan cara kekeluargaan dan mengutamakan pendekatan personal adalah cara There memahami kebutuhan konsumennya. Tak pernah lelah meyakinkan konsumennya, There selalu mendorong mereka agar menjadi home stylist untuk rumah mereka sendiri dengan menatanya sesuai karakter pribadi. “Rumah menjadi homy, jika karakter dan jiwa pemiliknya ada di sana.

Apa yang ada di rumah, harus klik dengan pemiliknya,” ujar There. Melalui bisnis ini, There melayani konsumen yang ingin menciptakan keindahan di rumahnya, dengan barangbarang vintage yang dapat dipesan secara custom. “Peduli pada keindahan yang diciptakan dari diri sendiri tentu akan lebih nyaman,” ujarnya menutup perbincangan siang itu.

Rumah yang nyaman dapat terjaga kenyamanannya ketika listrik tetap ada disaat sedang terjadi pemadaman dari PLN. Untuk itulah dibutuhkan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Distributor jual genset 450 kva di Jakarta.

Melayani Konsumen dengan Sentuhan Di Personal

Rumah menjadi homy, jika karakter dan jiwa pemiliknya ada di sana. Apa yang ada di rumah, harus klik dengan pemiliknya. Di sebuah rumah tua yang adem dengan pepohonan hijau di sekelilingnya, Theresa Lo menjalani bisnis furnitur vintage miliknya. Kasual, homy, dan penuh cerita masa lalu adalah karakter yang melekat kuat pada barang-barang bergaya vintage. Inilah yang dirasakan Theresa Lo (There), sebagai sesuatu yang “klik” dengan karakter pribadinya. Atas alasan ini, bersama sang suami, Kim Ki Suk—pria asal Korea yang menikahinya tahun 1997—ia membangun bisnis barangbarang vintage tiga tahun lalu. Sebelumnya, baik There maupun Kim, sama-sama menekuni bisnis garmen.

Tidak Masuk Mal Jika dulu saat berbisnis garmen mereka mendistribusikan produknya ke beberapa mal, kini jalur itu tak dipakainya lagi. “Belum ada rencana masuk ke mal,” ujar ibu kelahiran Jambi 1961 yang sudah dikaruniai dua anak ini. Sebagai gantinya, sebuah rumah “tua” yang berlokasi sama dengan tempat tinggalnya, dijadikannya show room yang unik dan sangat homy. Nama “Moje” yang berasal dari penyatuan dua nama buah hatinya, Jessica (15) dan Morris (12), dipilihnya sebagai nama brand dan gerainya. “Melihat karakter bahan dan gayanya, barang vintage lebih cocok dijual di rumah seperti ini,” tambah There dengan yakin.

Kualitas Produk yang Utama Layaknya barang hand made, barangbarang vintage ini dalam proses produksi memang memerlukan penangan nonkhusus. Selain memerlukan tenaga ahli dalam pembuatannya, biaya produksinya pun cukup tinggi, khususnya tentang bahan finishing (cat) yang menjadi penentu karakter vintage. “Barang-barang bekas pun sekarang tak murah,” tambah There yang mempercayakan pencarian “barang baku” furniturnya ini pada sang suami.

Tak Sekadar Finansial Tentang keberhasilan bisnis barang vintage yang sudah memasuki tahun ketiga, There mengatakan tak sekadar uang atau materi yang menjadi ukuran baginya. Kepuasan yang dirasakan ketika seorang klien menyukai barang pesanannya dan kembali lagi untuk datang dan memesan barang lainnya, itu juga dianggapnya sebagai sebuah keberhasilan.

Agar rumah tetap nyaman dibutuhkan sebuah genset untuk sumber listrik cadangan. untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa membelinya melalui Toko jual genset 650 Kva di Surabaya.

Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Main Game PPSSPP

Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Main Game PPSSPP – Pertanyaan yang muncul di benak CHIP saat pertama kali melihat langsung ToughPad FZ-M1 adalah alasan Panasonic merilis tablet berbasis Windows (versi 8.1 Pro 64 bit) ini dengan layar berukuran “hanya” 7 inci, terlebih lagi jika dioperasikan dengan sentuhan jari. Jun Matsuo, (Director Toughbook Asia Pacific Group) secara diplomatis menyatakan bahwa Panasonic hanya merespons masukkan dari konsumen yang selama ini mereka dapatkan, salah satunya adalah tablet berbasis Windows berlayar 7 inci (1280 x 800 pixel, IPS LED backlighting). Faktor Windows sebagai sistem operasi (OS) yang telah “mapan”, dibandingkan OS tablet lainnya (Android, PanaSonIC ToUgHPaD FZ-M1 Tablet Windows 8 yang Tahan Banting Kini Berlayar 7 inci iOS) di lingkungan perusahaan juga menjadi alasan tersendiri. “Ramuan kuat” dari Toughpad FZ-M1 berasal dari pemakaian material casing magnesium alloy yang dipadukan dengan thermoplastic ABS dan bantalan pelindung (elastomer) di keempat bagian sudutnya.

Salah satu efeknya, tablet tersebut tidak akan rusak jika terjatuh dari ketinggian 1,5 meter (saat mati atau hidup). Kecerahanan layar hingga 500 nit terbukti saat CHIP mencoba menggunakannya di luar ruangan saat matahari terik. Layar sentuhnya yang mendukung 10 sentuhan jari ini dioptimalkan oleh software Panasonic Dashboard agar Toughpad bukan hanya mendukung interaksi sentuh, tetapi juga bisa optimal saat memakai stylus atau sarung tangan. Terdapat pula mode “water” saat cuaca sedang buruk (gerimis, angin, dan lain sebagainya).

Toughpad dengan kamera belakang 5 MP rear (LED Flash) dan webcam 2 MP sayangnya hanya memakai baterai 3220 mAh (dua cell 22Whr) yang meskipun diklaim bisa bertahan 8 jam, “hanya” mencapai durasi berkisar 4 jam saat dilakukan synthetic benchmark PCMark 8 – Battery life (4 jam, 6 menit, 20 detik). Untungnya, Panasonic juga menyediakan opsi baterai yang lebih awet (7,100 mAh) atau baterai “bridge” yang bisa bertahan selama 30 detik jika ingin mengganti baterai baru saat Windows sedang aktif. Mengingat tablet Toughpad FZ-M1 berbobot 540 gram ini dirancang untuk aktivitas di lapangan, CHIP menyarankan Anda untuk lebih berfokus pada pemakaian software berbasis user interface (UI) Metro mengingat software dengan UI klasik cenderung sukar digunakan dengan tangan. Solusi lainnya (jika harus memakai software klasik desktop), pengguna disarankan menggunakan stylus adapter tambahan beserta pegangan khusus (hand strap) agar tablet lebih nyaman dipegang saat di lapangan. Hasil performanya (benchmark) yang kurang lebih bergantung pada prosesor (Intel Core i5 4200U, GPU (Intel HD Graphics GT2), kapasitas RAM 4 GB (bisa diupgrade ke 8 GB), dan SSD (Samsung) menunjukkan skor sedikit di bawah tablet Windows dengan spesifikasi yang sama.

Namun, perlu ditekankan di sini: Panasonic tidak mendesain Toughpad FZ-M1 agar memiliki performa yang terbaik atau tercepat di kelasnya. Synthetic benchmark bukanlah tujuan akhir, karena tablet ini difokuskan Panasonic untuk menjadi tablet tahan banting (rugged tablet) yang dibuktikannya dengan sertifikat lolos uji, seperti IP65 dan MIL-STD-810G. Perlu diketahui juga, Toughpad FZ-M1 berdesain sistem cooling fanless sehingga setting serba “under” untuk prosesor, RAM, dan lainnya pasti akan diimplementasikan Panasonic. Seperti halnya notebook Toughbook, tablet FZ-M1 juga menyediakan opsi aksesori tambahan (dijual terpisah), seperti docking station/bay (desktop/vehicle), 1D/2D barcode reader, charger, Bar Code Reader, Magnetic stripe reader, GPS, HF/RFID 13.56 MHz reader, 1D/2D barcode reader, se rial port, slot microS, UHF/RFID 900MHz EPC Gen2 reader, dan lain-lain.

Mengikuti seri toughbook yang sudah dikenal sebagai notebook super kuat dan sangat awet, panasonic tetap mengandalkan tiga faktor bagi konsumen yang menggunakan produk tablet pc-nya tersebut. Ketiga faktor tersebut antara lain customisation, durability (ketahanan), dan purna jual. Ketiga hal inilah yang membedakan tablet mereka untuk sektor bisnis/enterprise dengan tablet lainnya yang berbasis Android dan ioS.