Jadikan Teras Tetap Nyaman Dengan Penataan Terbaik

Teras berfungsi sebagai resepsi atau waktu tunggu sebelum tamu diundang. Sementara teras samping bisa menjadi tempat relaksasi. Teras belakang, karena posisinya yang lebih tertutup, dapat menjadi ruang makan, tempat rekreasi dan reuni keluarga. Teras juga berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara dan area di mana cahaya memasuki rumah. Sebelumnya hanya sebagai ruang luar, teras sekarang juga berfungsi sebagai area penerima tamu. Untuk ini, pertanyaan tentang dekorasi dan kenyamanan teras harus diselesaikan dengan cara berikut:

Pilih meja dengan model bundar

Jika Anda ingin mendekorasi teras, Anda harus memilih meja bundar atau oval, bukan persegi. Tidak ada yang suka duduk di depan meja sudut sambil mengobrol. Selain itu, meja bundar lebih mudah untuk dipindahkan dan memungkinkan pelanggan merasa lebih nyaman.

Daur ulang barang-barang lama

Cobalah memeriksa loteng, gudang, dan garasi Anda. Siapa tahu, masih ada hal-hal yang sudah lama tidak digunakan tetapi sangat bermanfaat untuk teras. Daripada hanya menyimpannya di tempat, yang terbaik adalah menghapus item karena masih memiliki beberapa utilitas. Selain itu, pertimbangkan penggunaan furnitur luar ruang. Anda bisa menggunakan kursi tamu mewah lama anda yang mungkin sudah tidak terpakai sehingga anda bisa membuat teras bisa di nikmati oleh banyak orang.

Kesalahan paling umum dalam membangun teras minimalis adalah tidak menggunakan furnitur yang dirancang khusus untuk kamar di luar rumah. Perabotan, terutama meja dan kursi di luar ruangan, harus terbuat dari bahan yang tahan lama dan tahan air. Untuk teras, Anda bisa memilih kursi kayu, rotan, atau besi yang tahan terhadap cuaca. Pot dan tanaman adalah aksesori termudah untuk disajikan di teras. Cukup pilih bentuk dan bahan yang sesuai dengan selera Anda, seperti pot plastik, tanah liat atau kepang pertambangan, banyak tersedia di pasar tradisional atau supermarket. Pot dan tanaman adalah aksesori termudah untuk disajikan di teras. Cukup pilih bentuk dan bahan yang sesuai dengan selera Anda, seperti pot plastik, tanah liat atau kepang pertambangan, banyak tersedia di pasar tradisional atau supermarket.

Buat Teras Terasa Lebih personal

Anda dapat mengekspresikan diri di teras dengan menanam berbagai bunga dan tanaman. Juga tambahkan benda lain untuk hiasan, seperti botol geser di antara batang pohon atau menempatkan pot tanaman. Anda juga dapat menempatkan koleksi pribadi seperti patung di teras. Selain itu, rangkaian lampu hias juga bisa memeriahkan suasana lebaran. Kehadiran lampu hias dengan harga terjangkau bisa membuat suasana teras rumah lebih padat, tapi tetap asyik. Berbagai pilihan bahan tersedia, misalnya lampu dan bola lampu ukuran kecil hingga besar dengan pola sederhana dan berwarna-warni. Selain pencahayaan dekoratif, Anda juga bisa menambahkan bendera untuk membuat teras terlihat lebih meriah.

Perhatikan tata letak tanaman hias.

Seringkali, terlalu banyak tanaman hias ditempatkan sebagai dekorasi dan menutupi wajah rumah. Untuk menjaga teras tetap rapi, Anda bisa menempatkan pot hias sesuai selera Anda.

Nahh… dengan begitu anda bisa menerapkan desain teras rumah ternyaman untuk anda supaya sangat nyaman saat di tempati.

Puisi dari Hamsad Rangkuti

Puisi dari Hamsad Rangkuti – Duduk di samping makam suaminya, Nurwinda Sari membacakan baris-baris puisi karya Yudistira A.N.M. Massardi berjudul Kematian Itu dengan tulisan “Kepada Hamsad Rangkuti” di bagian bawahnya. Puisi yang terdiri atas beberapa bait itu antara lain berbunyi: “Kematian itu menggoreskan duka/ Mengantar terakhir pada kuburnya/ Kematian itu memastikan/ pasti yang pasti/ Ke dalam hati….” Puisi tersebut menutup prosesi pemakaman Hamsad Rangkuti, sang maestro cerpen Indonesia, di Tempat Pemakaman Umum Kukusan, Depok, Jawa Barat, kemarin sore. Hamsad Rangkuti meninggal dalam usia 75 tahun di kediamannya di Depok, kemarin pagi. Ia meninggalkan seorang istri dan empat anak. Hamsad diketahui mengidap penyakit kompleks, dari prostat, jantung, sampai stroke. Hamsad sudah beberapa kali keluarmasuk rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir. Pria ini bernama asli Hasyim Rangkuti, kelahiran Titi Kuning, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, 7 Mei 1943. Ia salah satu penanda tangan Manifesto Kebudayaan pada 1964. Majalah Horison juga lekat pada pria peraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award pada 2003 ini melalui karyanya, Bibir dalam Pispot, dan penghargaan SEA Write Award 2007. “Penghargaan ini menjadi pembukti kualitas karya almarhum,” ujar pengamat sastra Zen Hae kepada Tempo. Banyak karya cerita pendeknya yang populer, di antaranya Sukri Membawa Pisau Belati dan Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu. Sejumlah cerita pendek Hamsad telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Sampah Bulan Desember, yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Novel pertamanya, Ketika Lampu Berwarna Merah, diterbitkan Kompas pada 1981. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir. Menurut Zen Hae, Hamsad Rangkuti adalah pengarang yang sangat peduli pada kehidupan rakyat kecil, tanpa harus menyebut dirinya sebagai pengarang kiri. Ia juga seorang pengarang cerita realis yang piawai, yang kerap mengecoh pembaca dengan kejutan-kejutan peristiwa yang tidak terduga. “Itu sebuah kemahiran bercerita yang tidak dimiliki setiap pengarang,” ujar Zen. Dia juga mendapati bahasa Indonesia yang didayagunakan dengan baik pada karya-karya Hamsad Rangkuti. Lancar, jernih, dan bergaya. Dengan demikian, kata Zen, tugas pengarang sebagai pencipta dan perawat bahasa telah berhasil. Jika ada kelihaian lain pada karyakarya Hamsad Rangkuti, itu adalah humor.

Ia menilai humor Hamsad adalah tema yang tidak mudah digarap dalam sastra Indonesia. Tak jarang humor itu berkelindan dengan kritik yang ia lancarkan. “Pembaca mungkin meringis karena kritik itu, tapi juga bisa nyengir karena disampaikan dengan selipan humor.” Rasa humor ini boleh jadi dibawa dari budaya di Medan, tempat Hamsad tumbuh. Martin Aleida, sastrawan yang juga teman saat SMP di Medan, berkisah bahwa sahabatnya ini adalah orang yang pandai bercerita dan bergaul. “Dia itu baik, suka bikin orang ketawa. Bikin cerita bohong buat bikin orang ketawa. Ya kebiasaan Puisi Kematian di Makam Hamsad Rangkuti Hamsad Rangkuti adalah pengarang cerita realis yang piawai, dekat dengan persoalan rakyat kecil, dan penyemangat penulis muda. orang di Medan begitu,” ujarnya. Suatu kali Martin berniat mengirim cerpen ke Horison. Naskah tulisan tangan itu diantar ke rumah Hamsad untuk diketik. Saat itu Martin terlihat seperti gelandangan, kurus, kumal, bersandal jepit. Namun Hamsad percaya begitu saja menyerahkan mesin ketik di ruang tamu kepada Martin, lalu Hamsad masuk ke kamar. “Dia bilang saat itu, kalau mesin tik tidak berbunyi, berarti sudah dibawa maling. Tapi kenyataannya mesin tik bunyi terus, karena saya hanya menyalin,” ujar Martin sambil tertawa. Penulis dan pengamat seni Bambang Budjono, yang pernah bekerja di Horison pada periode 1973-1978, menilai motor penggerak majalah yang dikelola Yayasan Indonesia itu adalah orang baik sehingga banyak disukai orang, terutama seniman muda pada zamannya. “Bahkan honor menulis di Horison itu boleh diambil dulu,” ujar Bambu—sapaan Bambang Budjono. Bagi Bambu, selama lima tahun bekerja dia melihat Hamsad adalah sosok yang sederhana, pernah punya mobil tapi lebih sering naik bus. Kalau dikritik, paling hanya tertawa. Istrinya, Nurwinda, mengatakan suaminya itu adalah seorang ayah yang baik dan selalu membuka diri. “Almarhum baik banget, tidak pernah marah sama saya. Bisa dibilang dia suami terbaik dan jujur. Banyak orang dan rekan suka dia,” ujarnya di rumah duka. Hamsad seorang teladan bagi anak-anaknya, seorang yang lembut dan cukup egaliter. Menurut Nurwinda, almarhum selalu melarangnya memukul anak-anak ketika mereka bersalah.

Ia juga membebaskan anak-anaknya dalam mencari jodoh, serta murah hati dan tidak pelit meski dalam keadaan kekurangan. Suaminya itu pun selalu menyemangati para penulis muda untuk berkarya, menggelorakan sikap pantang menyerah kepada semua penulis maupun seniman. Tak mengherankan jika kemudian ia dikenal sangat dekat dengan para penulis muda. Mereka memanggilnya dengan akrab: Bang Hamsad. “Dia bilang, apa yang kalian akan tulis, ya sudah tulis saja, tidak usah minder. Biar mereka (masyarakat) dan waktu yang menilai, jangan gentar dan takut,” ujar Nurwinda

Tips Memilih Rumah dengan Cara KPR

Tips Memilih Rumah dengan Cara KPR – Jika Anda akan membeli rumah di tahun 2014 ini, Anda harus berpikir matang. Kebijakan baru dari Bank Indonesia mengenai kredit properti akan mempengaruhi harga jual dan uang muka untuk pembelian rumah baru. Tertanggal 24 September 2013, muncul Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 15/40/DKMP tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan Properti, Kredit atau Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti, dan Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Kebijakan yang berlaku mulai 30 September 2013, menyempurnakan SEBI No. 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 yang mematok uang muka atau down payment (DP) pembelian rumah nonsubsidi tipe di atas 70 m2 secara kredit minimal 30%. Selain persoalan uang muka, kebijakan ini juga membuat pembeli tidak bisa mengajukan KPR untuk rumah inden, alias rumah yang belum jadi. Jadi setiap pengajuan KPR ke bank, bangunan rumah harus sudah terbangun. Imbas dari kebijakan ini pun, uang muka yang harus dibayarkan pembeli menjadi besar, mencapai 30% dari harga jual rumah. Angka Down Payment (DP) ini pun bersifat progresif. Untuk pembelian rumah kedua, pembeli harus mengeluarkan dana DP 40%. Sedangkan untuk pembelian rumah ketiga dan seterusnya, DP yang dikeluarkan mencapai 50%.

Menjaga Kestabilan Ekonomi

Peningkatan angka DP ini memang terasa membebani Anda sebagai calon pembeli. Namun, kebijakan ini merupakan salah satu solusi untuk menjaga kondisi ekonomi tetap stabil. Menurut A. Prasetyantoko, Kepala Ekonom Bank BTN, sektor properti sangat memengaruhi siklus pertumbuhan ekonomi suatu negara. Bahkan beberapa krisis ekonomi disebabkan oleh adanya property bubble. “Pertanyannya adalah, apakah pertumbuhan properti di bulan Agustus 2013 (mencapai 30-an %) ini akan menyababkan bubbling? Jawabannya, belum. Tetapi kita juga tak ingin, pertumbuhan properti menjadi lebih tidak stabil, mengarah pada hal yang tidak diinginkan. Maka itulah, salah satu alasan LTV (kebijakan Loan to Value) diterapkan,” ujar Prasetyantoko saat acara diskusi HousingEstate Green Property Award 2013. Difi A. Johansyah, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia pun ikut mengamini. Menurutnya, berdasarkan data yang ada, walau ketentuan Loan to Value (LTV) maksimal bagi KPR telah berlaku sejak 15 Juni 2012, tapi pertumbuhan KPR tipe > 70 m² dan kredit untuk flat/apartment >70m² masih tinggi. Pertumbuhan kredit masing-masing pada Mei 2013 mencapai 25,9% untuk rumah dan 60,3% untuk apartemen . Kenaikan harga yang membubung tinggi juga dikhawatirkan dapat menjadi pemicu instabilitas keuangan. Salah satunya apabila terjadi “gagal bayar” oleh masyarakat yang memanfaatkan jasa lembaga keuangan sebagai sumber pembiayaan pembelian rumahnya. Karena itu, dibutuhkan alternatif yang dapat mengendalikan pembelian properti, terutama pembelian properti yang bukan untuk kebutuhan primer. “Tujuan dari pengetatan LTV ini sendiri untuk menyehatkan sektor properti. Potensi gejolak yang mungkin bisa berbahaya pada pelaku properti itu sendiri bisa ditekan,” ujar Diffi.

Pengembang Mencari Solusi

Beban uang muka yang tinggi memang memberatkan, namun Anda tak perlu terlalu khawatir. Para pengembang perumahan, yang terkena dampak secara langsung, mempunyai berapa cara agar produk rumah yang mereka jual tetap terserap ke pasar. “ Jadi kita sebagai pengambang harus survive. Kita pasti akan menyiasati apapun untuk kepentingan market. Tahun 2014, bagi pengembang, mungkin menjadi very tough moment. Tapi jangan salah, kami telah melaksanakan survei, (ada) titik tertentu yang masih membutuhkan rumah,” ungkap Lilia Sukotjco, Direktur Marketing PT Alam Sutera Realty Tbk. Lilia menambahkan, survei ini juga akan diuji saat pertangahan tahun 2014 meluncukan produk baru. Ia akan melihat bukti dari survei tersebut. “Kita akan lihat apakah benar survei tersebut? Tetap ada sebuah titik, dimana ada kebutuhan (akan rumah), di situ (kami) akan masuk. Kita akan jual. Tapi di situ kita juga harus mendampingi satu per satu costumer untuk mendapat produk yang tepat,” imbuh Lilia. Andy K. Natanael, Managing Director PT Modernland Realty Tbk., memberi jalan keluar yang lain.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan LTV sekarang, maka cara pembayaran DP akan menyesuaikan dengan tahap pengembangan. “Jadi DP-nya kita sesuaikan dengan pembangunan. DP akan kita bagi sesuai jumlah bulan untuk pembangunan rumah. Jadi misal pembangunan 18 bulan, DP 50%, maka akan kita bagi 18 bulan. Jadi dikaitkan dengan cicilan. Jadi itu lebih meringankan untuk konsumen,” kata Andy. Dengan cara DP yang dicicil ini, uang muka yang tinggi bisa lebih terjangkau. Besarnya DP yang harus dikeluarkan bisa dibagi dalam beberapa cicilan bulanan. “Setelah proses cicilan DP selesai, maka akan berlanjut ke akad kredit. Cicilan kreditnya ke bank. Rumah jadi, baru ajukan kredit ke bank. Tapi mungkin harga akan sedikit naik dari sebelumnya,” tutup Andy. Jadi, saatnya merencanakan lebih matang kesiapan dana untuk pembayaran uang muka rumah Anda!

Pastikan Perumahan yang anda Beli Tersedia Genset

Peranan genset sangat vital bagi aktifitas sehari hari di rumah anda. Apalagi perumahan baru yang pemasangan listrik dari PLN termasuk belum lama, sehingga terkadang sering terjadi pemadaman listrik untuk keperluan perawatan oleh PLN, terutama perumahan perumahan di Bali. Untuk itu pastikan anda memiliki genset yang di beli dari supplier jual genset bali terpercaya dan bergaransi resmi

Semua Anak Bisa Sukses Bagian 2

DEMI KEBAIKAN ANAK

Jelaslah, stimulasi sangat berperan untuk mencapai kesuksesan. Potensi bawaan anak perlu mendapat rangsangan sejak dini dan disesuaikan dengan tahap perkembangannya, yang mencakup kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosial, dan emosional. Nah, dengan rangsangan yang tepat, diharapkan semua aspek potensi kecerdasan si buah hati akan berkembang sebagaimana mestinya, bahkan maksimal.

Tentunya, dalam mengakomodasi potensi/bakat tersebut dengan tanpa paksaan. Memang, untuk mencapai keberhasilan diperlukan upaya atau latihan yang keras. Dalam hal ini, orangtua berperan memberikan motivasi, sebagai penyemangat sehingga anak dapat menjalani latihan yang terbilang keras demi mencapai keberhasilan.

Jadi, dalam melakukan arahan, pendampingan, juga melatih anak, supaya bisa sukses, silakan saja orangtua menjalankan program-program yang sudah disusun, namun hindari memberikan target apa pun. Sebaiknya, biarkan si anak sendiri yang menetapkan targetnya. Orangtua cukup menjadi pelatih, manajer yang memberikan pandangan/ masukan, dari latihan hingga target yang ditetapkan anak, penyemangat, dan penghibur kala target yang ditetapkan anak tidak tercapai.

Bakat anak yang berkembang dengan baik dan bisa berguna untuk lingkungannya, serta anak menikmati pengembangan bakatnya tanpa merasa dipaksa, sesungguhnya hal ini sudah termasuk sebuah keberhasilan alias kesuksesan. Pasalnya, anak yang “sukses” secara utuh tidak hanya menonjol dalam satu bidang saja, namun secara pribadi juga memiliki kematangan emosi, memiliki karakter yang baik, dan termotivasi secara intrinsik alias memiliki dorongan berprestasi dari dalam dirinya, bukan karena iming-iming hadiah dan sebagainya.

Itulah mengapa, orangtua tidak perlu mem-push anak untuk berprestasi, sekalipun itu bakat si anak. Tapi bukan berarti tidak boleh mendorong anak untuk menjadi seorang juara dan mendapatkan banyak penghargaan atau hadiah. Orangtua boleh saja memberikan dorongan tersebut, tapi tujuannya harus demi kebaikan anak.

Selain itu, jangan lupakan bahwa anak memiliki hak-hak yang tidak boleh diabaikan, yakni: hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, mendapatkan perlindungan, ada waktu untuk berekreasi. Jadi jangan sampai dengan dalih demi kebaikan anak, orangtua lupa bahwa anak bukanlah objek yang dijadikan tolok ukur keberhasilan kita sebagai orangtuanya.

Semua Anak Bisa Sukses

Apa sih kriteria sukses menurut Mama Papa? Ternyata, kriteria sukses itu relatif dan tidak bisa disamaratakan pada masing-masing individu. Ada yang memaknai sukses dengan pencapaian prestasi akademik, ada juga yang mengartikan sukses sebagai keberhasilan mengembangkan minat dan bakat dengan optimal sehingga meraih penghargaan tertentu, dan berbagai de!nisi sukses lain yang tentunya bermakna positif.

Yang penting dipahami, setiap anak adalah manusia yang unik. Pada diri mereka terdapat potensi yang belum tentu sama dengan anak lainnya, sekalipun saudara kandungnya sendiri. Contoh, si kakak berprestasi di bidang akademis, si adik belum tentu, bisa jadi si adik berprestasi di bidang seni. Memang, ada juga kakak dan adik yang memiliki minat/bakat di bidang yang sama. Akan tetapi, untuk kesuksesan belum tentu, bisa jadi si adik yang jauh lebih menonjol.

Itulah mengapa, sungguh tidak bijaksana apabila kita menilai kesuksesan dari membandingbandingkan antara kakak dengan adik atau sebaliknya dan antara anak dengan anak lain. Lantas, bagaimana caranya agar anak sukses?

KENALI BAKAT ANAK

Menyimak paparan empat Mama di halaman sebelumnya, kesuksesan buah hati diawali dengan mengetahui bakat anak, kemudian memaksimalkan bakat tersebut. Nah, bagaimana cara mengetahui bakat anak? Sebelum menjawab pertanyaan ini, baiklah kita simak dahulu teori Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Kecerdasan Majemuk ini meliputi: Linguistik, Logika Matematika, Ruang/Spasial, Kinestetik, Musik, Interpersonal, Intrapersonal, Lingkungan/Naturalis, dan Kecerdasan Eksistensial. Profesor pendidikan dari Harvard University ini menggunakan kata kecerdasan (intelligence) sebagai “pengganti” kata bakat.

Nah, untuk mengetahui bakat anak, orangtua bisa memulainya dari kehidupan sehari-hari di rumah. Contoh, orangtua senang bermain piano, tidak menutup kemungkinan anak akan tertarik, jika setiap hari orangtua selalu bermain piano. Jika anak difasilitasi dan diberikan kesempatan mencoba dan belajar bermain piano, selanjutnya orangtua tinggal melihat perkembangan berikutnya, apakah kemampuannya meningkat atau malah menurun. Jika meningkat dan anak semakin fun, juga semangat bermain piano, ada kemungkinan dia berbakat dalam hal tersebut.

Jika latihannya terus dan terus diarahkan, kemungkinannya dia akan menjadi anak sukses di bidang seni atau yang lebih spesi!k, piano. Namun jangan lupa, dengan adanya Kecerdasan Majemuk, maka seorang anak bisa saja menonjol pada salah satu atau lebih aspek kecerdasan tersebut bila diberi stimulasi dan kesempatan yang memadai. Artinya, seorang anak bisa memiliki bakat lebih dari satu. Boleh jadi, misalnya, selain memiliki potensi/bakat seni musik, ia ternyata memiliki bakat di bidang lain. Untuk itu, upayakan stimulasi juga untuk potensi-potensinya yang lain ini sehingga berkembang optimal pula.

Dengan orangtua menstimulasi semua potensi anak, nanti akan tampak apa minat dan bakat anak. Ia menunjukkan semangat untuk beraktivitas terkait potensinya itu, bahkan mulai menunjukkan hasil atau prestasi, semisal, menjuarai lomba menggambar tingkat sekolah. Selanjutnya, asah dan bina terus minatnya itu dengan mengikutkan anak pada lembaga kursus, mengikuti berbagai perlombaan/kompetensi lainnya, ikut dalam pameran, dan sebagainya.

Dengan mengikutkan anak pada berbagai pengalaman dan tantangan seperti itu, baik kejuaraan, pentas, dan lainnya, bakatnya makin terasah. Seiring dengan itu, orangtua perlu menjelaskan pada anak, apa saja potensi yang dimilikinya. Dengan begitu, ia akan belajar untuk memetakan potensi diri. Alhasil, ia juga akan belajar apa kelebihannya sekaligus kekurangannya, sehingga ia pun akan terfokus untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga makin berkualitas.

Nah, sedangkan untuk anak yang akan menghadapi tes IELTS sebaiknya berikan ia bekal yang cukup melalui lembaga kursus persiapan IELTS terbaik di Jakarta.

Pengertian Gazebo Dan Nama Lokal Untuk Gazebo

Gazebo yaitu bangunan yang umumnya diletakkan pada tempat-tempat terbuka yang mempunyai panorama yang unik, menawan, menyejukkan. Umumnya fungsi gazebo yaitu sebagai daerah yang diterapkan untuk bersantai dan menghabiskan waktu, sambil bercengkrama bersama dengan merasakan estetika panorama sekitarnya.

Daerah yang menarik untuk dibangun gazebo, umpamanya di tepi kolam ikan, di tengah taman bunga, atau dapat juga di taman belakang rumah, atau di daerah-daerah sejenis dengan itu.

Sebab memang tujuan dibangunnya gazebo, yaitu sebagai daerah untuk merasakan wilayah sekitarnya, karenanya gazebo akan dibangun dengan membikin banyak bukaan pada tiap sisinya, pun umumnya hampir tak ada penutup dinding pada tiap sisi gazebo, jadi kebanyakan gazebo akan memakai tiang-tiang penopang atap saja.

Penyebutan gazebo sendiri dulu disajikan oleh orang Eropa yang ada di Indonesia, jadi namanya terdengar lebih keren. Melainkan sesungguhnya orang Indonesia telah mengetahui bangunan ragam ini semenjak lama, pun sebelum orang Eropa datang ke Nusantara. Contohnya saja bangunan yang di namanakan oleh orang sunda adalah saung, atau namanya gubug orang jawa menyebutnya.

Orang jawa, menyebut gubug lebih banyak,lebih banyak menyebut gubug, sebagi bangunan kecildi tengah sawah ,berfungsi sebagai waktuuntuk beristirahat bagi orang yang berprofesi di sawah, dan sebagai daerah untuk melihat sawah hal yang demikian. Untuk saung sendiri kaprah-kaprah artinya hampir sama seperti gubug pada orang Jawa.

Walaupun, untuk gazebo yang berada di komponen depan rumah, khususnya sekali pada rumah-rumah tradisional Jawa, dan fungsinya yaitu untuk mendapatkan tetamu, disebut sebagai pendopo, Umumnya pendopo dan bangunan utama pada rumah adat Jawa, dipisah dan dikaitkan dengan memakai koridor, tapi sesekali ada juga yang lantas menyambungkan pendopo dengan rumah utama.

Jadi, sesungguhnya konsep gazebo telah diketahui oleh Bangsa Indonesia semenjak lama, pun sebelum Bangsa Eropa datang ke Indonesia.

Sebab perbedaan tradisi, sejarah, dan bahan yang paling banyak ditemukan di tempat asalnya, karenanya bahan bangunan yang diterapkan oleh Eropa dalam membangun gazebo akan berbeda dengan bahan bangunan yang diterapkan oleh orang Indonesia.

Dalam membangun gazebo umumnya orang Eropa lebih berbahagia memakai bahan bangunan kokoh seperti beton, batu bata, atau baja, hal ini kerena di tempat asalnya mereka mengetahui empat musim dan umumnya mereka juga mengetahui badai dan cuaca buruk.

Sebab itu bahan yang kuat dan tanah lama acap kali menjadi alternatif. Umumnya gazebo pada orang Eropa acap kali diterapkan pada musim semi dan musim panas, sebab pada ketika ini yaitu waktu yang paling pas untuk bersantai di luar rumah.

Walaupun untuk orang Indonesia, sebab di sini banyak terdapat bambu dan kayu, karenanya kedua bahan ini yaitu bahan baku utama dalam pembuatan gazebo. Mungkin kedua bahan ini tak bisa bertahan lama, tapi sebab bahan yang diterapkan murah dan gampang didapatkan, karenanya bahan inilah yang kemudian banyak diterapkan.

Dekorasi Pelaminan Pengantin Di Rumah

Untuk dekorasi pelaminan pada pesta pernikahan yang terletak dirumah dibutuhkan adanya konsep pemberesan ornament yang minimalis dan efisien melainkan konsisten menawan dan selaras. Sebelum mempertimbangkan konsep, pertama kali yaitu mempertimbangkan spot space ruang untuk pelaminan. Diperhatikan dari besar kecilnya skala pesta yang akan diadakan, ada 3 pilihan penentuan lokasi pelaminan,

Didalam ruang tetamu

Bila ruang tetamu mempunyai space 3mx5m telah cukup untuk membikin sebuah pelaminan minimalis. melainkan tentunya dengan skala pesta yang kecil. Kian besar space ruang tetamu karenanya akan kian bisa mengakomodasi ruang untuk dekorasi pelaminan. Dan tentunya kian besar skala pesta bisa diatur. Space pelaminan di dalam ruang tetamu mempunyai sebagian profit, diantaranya bisa menginstal AC split dengan gampang dan tak mengurangi luas zona dibawah kemah.

Didepan rumah (Selasar/Garasi/ruang terbuka didepan rumah)

Ruang garasi, atau selasar yang cukup lebar ataupun taman depan rumah, bisa diciptakan space pelaminan. Melainkan lihatlah kontur lantai dari space yang akan dipakai. Untuk selasar yang mempunyai lantai lebih tinggi karenanya tentunya tak membutuhkan pentas pelaminan lagi. Bila lantai sama rata dengan jalan karenanya dibutuhkan pentas pelaminan. Khusus untuk selasar ataupun garasi, jikalau akan mengaplikasikan pentas karenanya wajib memandang tingginya plafon rumah. Jangan hingga plafon rumah tersundul template pelaminan. untuk mendekorasi pelaminan yang cantik pastinya ada kursi pengantin yang daerah tempat duduk pengantin pria ataupun wanita.

Di badan jalan depan rumah

Seiring dengan perkembangan perumahan, karenanya space ruang pesta kadang-kadang perlu mengaplikasikan beberapa atau malahan semua badan jalan didepan rumah. Bila memang settingan ruang pesta dibadan jalan karenanya lihatlah, apakah lebar jalan mempunyai kesesuaian dengan pentas pelaminan. Lalu observasi juga luas kemah yang akan disewa, sebab ruang dibawah kemah otomatis akan berkurang sebab terambil oleh space pentas pelaminan.

Sesudah space pelaminan diatur, karenanya tinggalah mempertimbangkan nuansa pesta, apakah tradisional, modern atau perpaduan modern tradisional. Untuk nuansa tradisional Indonesia, alternatif yang bagus yaitu dengan pelaminan gebyok. Penerapan gebyok sebagai latar belakang pelaminan yaitu upaya konsisten menonjolkan khas kultur Indonesia. Seringkali membikin suasana pesta menjadi lebih damai dan sakral. Meskipun untuk modern bisa mengaplikasikan pelaminan modern atau rustik. Pelaminan figur ini banyak sekali kreasinya. mulai dari kreasi yang mengaplikasikan bahan kain, hingga daun/bunga plastik.

Bagus gebyok ataupun modern semuanya bisa digunakan untuk pelaminan dirumah via penyesuaian dan kreatifitas dekorator. Untuk kreasi bunga, bagus mengaplikasikan bunga hidup ataupun bunga plastik, kalau dirapikan dengan sentuhan seni dekorasi karenanya akan menciptakan pelaminan yang minimalis menawan. Ditambah lagi dengan tata pencahayaan yang sinkron dengan ruang pelaminan, karenanya singgasana pengantin bisa tampak menawan dan nyaman.

Dekorasi pelaminan dalam rumah konsisten wajib disesuaikan dengan nuansa warna pesta yang diharapkan. Kalau nuansa kemah mengaplikasikan warna tertentu, karenanya warna bunga-bunga juga diwajibkan menyesuaikan, supaya tampak harmonis secara keseluruhan.

Ekspor Perikanan Lampung Potensial Ditingkatkan Bagian 2

Faktor lainnya yakni persaingan antarnegara produsen yang sering menghambat ekspor produk perikanan, terutama persaingan harga. Termasuk larangan ekspor dari negara konsumen dengan berbagai alasan. Faktor pangsa pasar juga sangat menentukan perkembangan usaha perikanan. Jika pangsa pasar produk perikanan terbatas, tentu akan sulit berkembang. Ekspor Udang Anjlok Sri Anggoro, Kabid Harmonisasi dan Penanganan Kasus, BKIPM, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyoroti turunnya ekspor perikanan dari Lampung dalam setahun terakhir, khususnya udang.

Pada 2016 volume ekspor perikanan Lampung mencapai 26 ribu ton dengan nilai US$256,55 ribu yang didominasi udang sebanyak 23,01 ribu ton dengan nilai US$222,29 ribu. Angka itu turun drastis menjadi 15,38 ribu ton dengan nilai US$176,48 ribu pada 2017. Penurunan itu terjadi karena anjloknya ekspor udang hingga separuh atau 12,77 ribu ton senilai US$135,31. Kondisi ini menyebabkan kontribusi ekspor perikanan Lampung terhadap ekspor perikanan nasional juga merosot.

Jika pada 2016 kontribusi perikanan Lampung sebesar 3,6% dari sisi volume dan 6,18% dari sisi nilai maka pada 2017 hanya 1,79% untuk volume dan 3,69% untuk nilai ekspor. Sri meminta para pemangku kepentingan di Lampung untuk mengevaluasi terkait penyebab anjloknya ekspor produk perikanan. Ia mengatakan, tahun ini peluang Lampung meningkatkan ekspor perikanan terbuka lebar, termasuk ke Australia. Baru-baru ini tim inspeksi udang dari Australia mengunjungi PT Indokom dan pembenihan PT Prima Larvae di Lampung.

“Keduanya memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga mendapat keyakinan dari Australia. Dengan begitu membuka peluang ekspor udang dari Lampung ke negara tersebut,” ungkapnya. Pada 2017, lanjut Sri, negara utama tujuan ekspor perikanan Lampung yakni Amerika sebesar 8.647 ton dengan nilai US$103,60 juta. Lalu disusul Jepang 2.158 ton senilai US$22,27 juta, Belanda 2.002 ribu senilai US$23,06 juta dan Inggris sebanyak 1.286 ribu ton senilai US$15,87 juta.

Pemasalahan ekspor yang dihadapi di negara ekspor, ungkapnya, untuk AS berupa tidak adanya notifikasi kasus dari USFDA, disusul kasus ikan bau, adanya salmonela, dan penerapan seafood import monitoring programme (SIMP). Permasalahan di Uni Eropa adalah belum menambah nomor persetujuan. Ada 177 Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang memiliki nomor persetujuan dari sekitar 70 UPI yang aktif melakukan ekspor. Uni Eropa juga rutin melakukan inspeksi ke Indonesia setiap tahun. Biasanya Lampung menjadi salah satu lokasi yang ditinjau.

Persoalannya, ungkap Sri, banyak ketidaksesuaian hasil inspeksi yang berpotensi mempengaruhi kelancaran ekspor perikanan Indonesia. Pendataan yang dilakukan BIKPM pada 2017, ada 14 kasus penolakan produk ikan Indonesia yang dilakukan Uni Eropa, diikuti Kanada 3 kasus, serta Rusia dan Korea masing-masing 1 kasus. Angka itu naik dibandingkan 2016 yang totalnya hanya 18 kasus. Untuk tahun ini saja Eropa menolak produk ikan yang diekspor sebanyak 11 kasus.

Ekspor Perikanan Lampung Potensial Ditingkatkan

Ekspor produk perikanan Indonesia menghadapi hambatan eksternal dan internal yang tidak kalah pelik. Perlu memangkas hambatan dari dalam negeri agar ekspor berjalan lancar. Menurut Yusuf Kohar, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), potensi perikanan di Lampung cukup besar mengingat 41% atau 24.820 km2 dari 60.200 km2 wilayah ini adalah perairan laut. Khusus budidaya kawas an pesisir yang sudah dibuka berupa tambak seluas 161.267 ha, budidaya laut 50.518 ha, keramba 11.489 unit, dan keramba jaring apung 11.532 unit.

Sumber Ekonomi Dari sisi produksi, potensi sumber daya ikan di Lampung mencapai 380 ribu ton/tahun namun realisasinya baru 120.766 ton/tahun. “Masih terbuka peluang pemanfaatan sumber daya ikan sebesar 259.233 ton atau sekitar 68,22%,” ujar Yusuf pada focus group disscusion yang digelar dalam rangka pengukuhan Korps Alumni Akademi Usaha Perikanan–Sekolah Tinggi Perikanan Wilayah Lampung masa bakti 2018-2023. Wakil Walikota Bandarlampung itu menilai, sektor perikanan dan kelautan bisa menjadi salah satu sumber utama pertum buhan ekonomi karena besarnya potensi yang belum dimanfaatkan sedangkan permintaannya tumbuh pesat.

Sektor ini juga padat karya sehingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan bisa membangkitkan sektor hilir. Hanya saja perlu perjuangan untuk mengembangkan perikanan. Bersatunya insan perikanan dalam berbagai wadah, baik wadah pengusaha maupun praktisi adalah momentum untuk bangkitnya sektor perikanan di Lampung. Yusuf juga mengharapkan peran lebih pemerintah dalam mengembangkan perikanan.

Menurut dia, kegagalan kemitraan tambak udang terbesar di dunia, yaitu PT Dipasena Citra Darmaja karena kurangnya peran pemerintah daerah (pemda) dalam menyelamatkan perusahaan perikanan terpadu itu. “Dipasena hancur karena Pemda kurang peduli. Sebab kasusnya sama, yakni ketidakpuasan petambak mitra, tapi karena Pemda Sumsel lebih peduli, PT Wahyuni Mandira di OKI bisa diselamatkan,” urainya.

Ia mengingatkan agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi Pemda Lampung dan meminta pemda mempermudah perizinan dan minimalisasi pungutan yang memberatkan investor. Berbagai Hambatan Selain itu, sejumlah faktor yang menghambat perkembangan sektor perikanan dan kelautan antara lain fenomena alam seperti pemanasan global, bencana alam dan populasi penduduk. Lalu, permodalan, tarif listrik, dan harga BBM.

Yang juga berpengaruh besar dalam pengembangan usaha perikanan adalah kebijakan pemerintah pusat seperti larangan operasional kapal asing. “Kapal-kapal penangkap ikan milik PT Indokom yang dibeli dari Jepang tidak bisa beroperasi karena ada larangan operasi kapal asing. Saat ini kapal-kapal itu terpaksa nongkrong di Sorong, Papua,” katanya. Menurut Yusuf, kapal itu dibeli karena teknologinya lebih canggih dan harganya bersaing dengan produk dalam negeri. Seharusnya ketika sudah dimiliki perusahaan lokal dan berbendera Indonesia, tidak lagi terkena aturan operasional kapal asing.

Budidaya Udang Sarat Inovasi ala Soleman

Membangun IPAL tidak mahal dan tidak membutuhkan lahan luas. Meski masih tergolong pemain baru, Soleman D. Lullulangi termasuk pembudidaya udang vaname di Lampung dan Bengkulu yang melakukan banyak inovasi. Mulai dari membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ala industri, aplikasi sinar ultraviolet (UV), hingga pendederan benur. IPAL ala Industri Soleman membudida yakan si bongkok di Pa dang Cermin, Kab. Pesawaran, Lampung, serta Padang Hangat dan Tebing Rambutan, Bintuhan, Kab. Kaur, Bengkulu. Ketika memulai budidaya udang, mantan teknisi tambak PT Dipasena Citra Darmaja ini sudah berencana membangun IPAL.

Beruntung, ia memiliki teman yang paham soal instalasi pengolahan limbah pabrik. “Saya adopsi instalasi yang dimiliki pabrik minuman ringan. Di samping biaya pembuatannya tidak mahal, lahan yang dibutuhkan juga tidak luas,” alasannya. Pertimbangan lainnya setiap panen ia harus merogoh Rp28 juta buat mengangkat dan membuang limbah padat yang menumpuk di kolam penampungan. Limbah yang mengalir ke laut itu masih kotor karena pengendapannya belum sempurna dan zat organiknya masih tinggi.

Sementara limbah padat setengah kering diangkat lalu dikeringkan untuk dijadikan pupuk. Instalasi UV Soleman juga membangun saluran inlet melewati 40 unit lampu dengan sinar UV sebelum masuk ke kolam budidaya. Tujuannya mematikan bakteri, jamur, virus, dan inang yang terbawa dari laut sehingga menghemat biaya obat-obatan. Dengan instalasi UV, ia juga menghemat biaya konstruksi dan efisiensi lahan karena tidak perlu membangun tandon.

Namun efektivitas sinar UV dalam membunuh bibit penyakit belum diuji lab. Pada musim gelombang tinggi dengan kondisi air lebih keruh, ucapnya, aplikasi sinar UV sangat membantu karena air yang masuk ke kolam lebih jernih. Di sisi lain, keruhnya air di lepas pantai akibat gelombang tinggi dan ombak besar justru menguntungkan pembudidaya. “Budidaya saat gelombang tinggi lebih aman terhadap penyakit. Mungkin penyakit, terutama virus myo, konsentrasinya jauh berkurang karena terbawa arus bawah laut yang kuat ke tengah lautan,” ia menduga.

Dugaan ini bisa jadi benar karena di Pantai Timur Sumatera yang kondisi air di lepas pantainya keruh, udang jarang terserang Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) alias myo. Pendederan Di tambak Padang Cermin, Soleman mengaplikasikan teknik pendederan benur. Selama ini benur yang baru datang dari pembenihan hanya diaklimatisasi 1 jam lalu ditebar ke kolam. Dengan tenik pendederan, benur yang baru tiba dimasukkan dulu ke tangki berukuran 1,5 m3 lalu diberi pakan artemia dan dibiarkan makan selama 3 jam.

Setelah benur kenyang, baru di masukkan ke kolam pendenderan dan dipelihara selama 20 hari. Soleman mengadopsi teknik ini dari teman sesama “alumni” Dipasena. Ia belajar teknik pendederan karena udang di Padang Cermin sering terserang myo saat umur di atas 60 hari. Ketika memasuki usia 60 hari di kolam umumnya, udang yang didederkan sejatinya sudah berumur 80 hari saat di kolam budidaya sehingga jika terserang penyakit bisa langsung dipanen dengan ukuran 70 ekor/kg.

“Dari pengalaman temanteman di Yogya, aplikasi sistem yang sudah mereka jalankan selama 5 siklus budidaya ini sangat membantu dalam mencegah serangan berbagai penyakit,” ungkapnya. Ia mengakui, aplikasi pendederan ini cukup rumit. Proses pemindahan benur dari tangki pendederan ke kolam budidaya cukup merepotkan. Namun, sistem dari Yogya ini lebih simpel. Untuk memindahkan benur cukup dijaring lalu dihitung dalam boks khusus lantas dimasukan ke kolam budidaya